Showing posts with label bahasa. Show all posts

Wednesday, September 03, 2014

7 Hal Ngenes Yang Mungkin Terjadi Saat Kamu Ngefans JKT48

Posted by RedRanger48


Disclaimer : Tulisan ini hanya untuk fun, harap tidak ditanggapi serius. Kemiripan dan kesamaan nama/peristiwa mungkin hanya kebetulan. Tapi kebetulan itu sebenarnya skenario yang telah disiapkan.

Ya mungkin kamu pernah ngalamin.. Mungkin juga engga.. tapi ini bisa saja terjadi bagi kamu. Dan ini juga bukan pengalaman gue sih. Cuma fiktif aja, tapi pernah dialamin orang lain hahaha.

So, marilah..

Sunday, July 21, 2013

Cermin

Posted by RedRanger48

Aku kerap berselisih paham dengan cermin
Dia menganggapku sedikit kurang waras
Ada benarnya, tapi aku tidak mau mendengar
Terlebih siapa yang mau percaya aku dihardik oleh sebuah cermin.

Terakhir kali bercermin, aku melihat diriku
Tapi bukan diriku
Cuma refleksi semu yang jauh lebih menyedihkan
Matanya sayu, kumal, wajah tidak terurus
Aku benci bercermin.

Malam itu, aku membawa palu, kutatap cermin dalam-dalam
Masih sempat ku dengar teriakanmu, diriku di dalam cermin
Saat palu kuhantamkan ke wajah menyedihkanmu.
Cermin sudah mati, pun dirimu - refleksi semu.

Tebingtinggi, 18/07/13 ,16.05

Wednesday, June 19, 2013

Rena Pulang :')

Posted by RedRanger48

aku pulang

: rena nozawa

hai, aku pulang
sudah terlalu lama terbuai senang
mengejar tenang
benar, aku pulang
hal seperti ini dan hal lain
memang harus memiliki akhir, sebuah finish-line
agar perjalananku memiliki arti
bukan persinggahan sementara di hati

hai, mengapa bersedih?
mungkin suatu hari kita akan jalan berselisih
di asakusa, saat aku meniup takoyaki yang kau beli
hai, jangan bersedih
ingat saja senyumku selama ini
dulu menemani jiwa yang sendiri
sampai kini tidak berhenti
menemani mu, menemani sepi

hai, selamat jalan.
au revoir ~ mari berharap perjumpaan
bukan sekedar kembang kapas pemanis impian

Depok, 19 Juni 2013, 9:21
oleh : Redranger48/Sem

Friday, June 07, 2013

Pulau Matahari dan Zona Anti Cinta

Posted by RedRanger48


Akhir-akhir ini timbul perdebatan sengit di Semenanjung Aidoru. Banyak penghuni dari Zona Anti Cinta yang diam-diam hijrah ke Pulau Matahari. Banyak alasan yang dikemukakan oleh para pengamat. Diantaranya , beberapa rakyat merasa tidak dianggap oleh Pemerintah Zona Anti Cinta. Ada yang merasa tidak menemukan yang dicari, dan menemukannya di Pulau Matahari. Ada yang merasa jenuh dengan Zona Anti Cinta yang dianggap stagnan dalam pembangunan dan tidak menjalankan Repelita sesuai GBHN Zona Anti Cinta.

Di Sisi lain, beberapa warga Zona Anti Cinta menganggap mereka yang melompat pagar, sama sekali tidak menjunjung nasionalisme Zona Anti Cinta, dan melupakan kesetiaan mereka kepada founding father dari Zona Anti Cinta. Mereka juga menganggap bahwa apa yang ada di Pulau Matahari hanyalah kepura-puraan belaka, semacam  "masa promosi". Apabila kelak status Pulau Matahari meningkat dari observer state menjadi negara anggota penuh di Uni Semenanjung Aidoru, mereka meyakini bahwa kelak segala bentuk promosi "Pantai yang cerah, semilir angin dan debur ombak" yang ditawarkan Pulau Matahari akan sirna dan muncul wajah "sebenarnya": pemerintahan yang opresif dan kejam.

Tingginya tingkat perpindahan penduduk ini mulai menimbulkan debat-debat halus penuh intrik dari kedua belah pihak. Para penghuni baru Pulau Matahari menawarkan suatu tempat yang cerah seperti pantai Copacabana dengan kehangatan matahari sepanjang waktu dan kemeriahan karnaval seperti di Rio de Janeiro. Sementara rakyat setia Zona Anti Cinta menawarkan jam terbang pemerintahan yang jauh lebih tinggi, industri bermutu dan keamanan lahir batin.

Semoga debat-debat ini segera usai, karena pada akhirnya, baik penghuni Pulau Matahari dan rakyat Zona Anti Cinta sejatinya hanyalah bagian kecil dari semenanjung Aidoru. Masyarakat Global juga pada akhirnya hanya akan memandang mereka sebagai suatu kesatuan, Semenanjung Aidoru. Apapun yang dipilih, pasti ada alasan menurut masing-masing individu. Dan tidak bisa dipaksakan bahwa alasan yang kita emban adalah kebenaran bagi semua pihak. Pada akhirnya waktu yang akan menjawab, siapa yang lebih bisa memanfaatkan hal ini. Pemerintah Zona Anti Cinta atau para pendiri koloni di Pulau Matahari

Saya pribadi sekarang lebih memilih menetap di Pulau Matahari. Namun bukan berarti saya membenci Zona Anti Cinta. Masing-masing punya ciri khas tersendiri, hanya masalah kenyamanan pribadi sahaja. Seorang rekan saya malah menjadi warga komuter, pulang pergi dari Pulau Matahari dan Zona Anti Cinta. Karena baginya, kedua negara adalah Tanah Air pribadinya.



Salam hangat

NB : Cerita diatas hanyalah fiksi belaka , kalau anda percaya mungkin anda kebanyakan minum Topi Miring.